Oh, tentu tidak, sepanjang kita mampu berpikir jernih , bertindak taktis dan strategis. Yang hal ini kadang-kadang sulit untuk kita lakukan. Bukan sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh mahasiswa, tapi untuk hal ini memerlukan jam terbang dan pengalaman yang memadai. Pengalaman dan Jam Terbang yang saya maksudkan adalah dapat diperoleh di Organisasi-Organisasi Mahasiswa baik Intra maupun Extra Universitair. (GMS)
Di kalangan Non-Idealis, berpikir jernih dan bertindak taktis bisa disamakan dengan berpikir licik dan oportunistis. Batas antara idealis dan non-idealis sangatlah tipis bila dikaitkan dengan adanya “kepentingan-kekuasaan” atau munculnya “vested-interest” kelompok. Pepatah Jawa yang menurut Saya memiliki makna yang mendalam ; “ngeli tur ora keli” kiranya dapat menjadi solusi bilamana kita harus menghadapi suatu pilihan tanpa harus mengorbankan seluruh idealisme kita. Jalan menuju idealisme itu bisa jadi bukan jalan aspal yang halus mulus, sehingga kendaraan “akal” kita bisa berjalan dengan sempurna. Tapi bisa jadi jalan idealisme itu adalah sebuah jalan yang penuh dengan lubang dan gelombang. Saya bukanlah manusia sempurna yang selalu dengan mudah dalam melaksanakan idealisme, kadang harus kembali ke belakang beberapa langkah, dan akhirnya melesat jauh kedepan untuk mewujudkan cita-cita itu. Tapi itu semua tergantung anda…!!?? Idealisme mahasiswa dalam menjalankan peran dan fungsinya adalah sebagai Iron Stock, Moral Force, Agent of Change, dan Agent of Social Control.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar